Sejarah Akupuntur

A. Sejarah Akupuntur dan Moksibosi

Akupuntur pada jaman dahulu

Akupuntur dan Moksibosi sudah mulai dikenal sejak jaman batu, yaitu kira kira 4000-5000 tahun yang lalu       orang-orang menggunakan alat – alat yang terbuat dari batu untuk kehidupan sehari-hari,seperti memburu binatang dan sebagainya

penempelan moksa untuk kesehatan pencernaan

Dalam keadaan tidak sengaja luka yang terkena alat batu ternyata mengakibatkan penyakit yang dideritanya.Oleh karena itu pada penyakit yang sejenis, mereka mencoba menggores kulit atau menekan dengan batu runcing yang hasilnya dapat menyembuhkan penyakit. Pengalaman-pengalaman ini merupakan permulaan dan pengobatan tusuk jarum.

Kata Akupunktut berasal dari bahaga Yunani, yaitu Acus dan Punctura yang berarti jarum dan menusuk. Kata tersebut kemudian diadaptasikan kedalam bahasa Indonesia menjadi Akupunktur atau tusuk jarum. Kata asal dalam bahasa Cina adalah Cenciu yang kemudian berkembang luas di dunia internasional sesuai dengan aslinya yaitu Cenciu / Acupuncture. Pada jaman Cun Ciu penggunaan besi sudah mulai berkembang, maka alat jarum  batu “Pien Se” berkembang menjadi “Ciu Cen ” ( sembilan jarum)

Buku pengobatan tradisional yang tertua adalah Huang Ti Neiching/ The Yellow Emperors Classic of Internal Medecine yang merupakan buku yang pertama kali memuat dasar- dasar ilmu Akupunktur, yang diterbitkan pada zaman Cun Ciu Can Auo tahun 770 – 221 SM. Buku ini terdiri dari 2 bagian yaitu “Ling Su” ( Spiritual  Pivot) dan “Su Wen” ( Essential question )

1. Su Wen tertulis :

 a.  Prinsip – prinsip hukum alam

b.  Pergerakan hidup hubungan alam semesta, manusia, dan bumi, filosofi Yin-Yang, Teori Lima Unsur

 c. Sistem organ di dalam tubuh – Zang Fu

 d. Sistem Meridian Ching lo

 e. Pengertian Qi, Xie, Cing, Sen dan materi desar yang lainnya

 f.   Delapan Dasar Diagnosa

 g.  Dasar-dasar terapi Akupunktur

2.Ling su

Berisi petunjuk – petunjuk tehnik aplikasi dan praktek pengobatan. Pada zaman Tung Han seorang ahli bedah dan ahli dalam bidang Akupunktur yaitu Hua Tuo pernah mengobati jenderal Chao Cao hanya dengan satu jarum.

Tahun 210 Zhang Ahong Jing, menulis buku dengan judul “Shang Han Lun” (Treatise on Febrile Diseases) yang menerangkan secara sistematis tentang penyakit, diagnosis, serta cara pengobatan pada penyakit Tiphus, kolera, dan disentri.

Tahun 581 682 – Zaman Dinasti Tang, Sun Sen Miao menyusun buku “Cien Cing I Fang”. Pemerintahan Cina pada waktu itu sangat memperhatikan pengobatan Akupunktur, dan mendirikan sekolah pendidikan Akupunktur yang  didunia dengan lama pendidikan 4 tahun dengan ujian yang ketat. Selanjutnya ilmu Akupunktur mulai berkembang dan tersebar keluar dari negara asalnya yaitu Korea, Jepang, dan negara lainnya.

Tahun 960 – Dinasti Sung, Wang Wei I telah membuat patung perunggu yang melukiskan jalannya meridian dan titik – titik Akupunktur.

Tahun 1026 – Zaman Dinasti Tang, ditulis buku dengan judul The Classic of Bronze Man        Didalamnya berisi keterangan mengenai topografi titik – titik Akupunktur       pada dua buah patung perunggu yang ukurannya menyerupai yang sebenarnya.

Tahun 1341 – Zaman Dinasti Yen , Hua Pe Ren menyusun buku tentang 14 Meridian termasuk nama titik-titik serta jalan Meridian.

Tahun 1368 – 1644 – Zaman Dinasti Ming, Lie Se Cen menyusun buku “Chi Cing Pa Mai Kao”

Tahun 1601 , Yang Ci Cau, menyusun buku ” Cen Ciu Ta Chen “. Pada tahun ini ditulis puia buku yang berjudui “Compendium of Materia Medica”, yang mana didalam buku ini diterangkan mengenai Pulse Diagnosis, adanya ekstra Meridian dan obat-obatan herbal.

Tahun 1644 – 1911 Zaman Dinasti Cing, buku Akupunktur yang cukup bernilai adalah “i Cung Cin Cien”

Tahun 1949 – Pengobatan Akupunktur sudah mulai berkembang dengan didirikannya Pusat Penelitian Pengobatan Tradisional Cina secara ilmiah. Buku yang disusun oleh Cu Lien “Sin Cen Ciu Sie” , dan Lu Cen Cun menulis “Sien Pien Cen Ciu Sie” telah diterbitkan dan merupakan bahan pelajaran untuk pendidikan Akupunktur.

Tahun 1955 – lmu Akupunktur merupakan sebuah mata pelajaran datam perguruan tinggi Kedokteran di Cina.

Tahun 1956 – Didirikan 5 buah Akademi Pengobatan Tradisionai Cina yang tersebar di kota Beijing, Nanjing, Shanghai, Kanton, dan CenTu

Tahun 1958 Negara Cina makin mengintensifkan penelitian dalam bidang ilmu Akupunktur.

Tahun 1963 – Seorang ahfi Biologi dari Korea yang bemama Prof. Kim Bong Han telah meneliti, menjelaskan serta mendemonstrasikan secara histologis dan elektro biologis tentang meridian dan titik Akupunktur dalm Teori ” Kyung Rak System “

Tahun 1968 – Akupunktur mulai digunakan sebagai anastesi dalam pembedahan.

Perkembangan Akupunktur di dunia menunjukkan penyebaran yang pesat antarÄ lain

Tahun 541 Akupunktur mulai menyebar ke Korea

Tahun 552 – Akupunktur berkembang ke Jepang

Tahun 1508 1955 – Akupunktur mulai masuk ke negara Eropa

Tahun 1878 – 1955 – Akupunktur mulai berkembang di Perancis

Tahun 1971 – Presiden Amerika Serikat Nixon berkunjung ke Cina dan semenjak itu Akupunktur mulai berkembang di Amerika Serikat.

Beberapa buku lainnya menyebutkan bahwa Akupunktur tidak hanya dimiliki oleh bangsa Tiongkok, tetapi juga ditemukan di Mesir (ditulis diatas daun Papirus 1550 SM) suku Bantu di Afrika Selatan, bangsa Arab, Bangsa Eskimo, dan Brazilia.

Akupunktur berkembang di seluruh dunia dan dipermodern serta dikembangkan oleh tokoh – tokoh seperti Felix Mann, Hiyodo Kirkan, Kellner, Maresh, Bergmen-Woolan, Hart, Matsimoto – Hoyes, Trigoviste, Niboyet, Nogier, Voll dan lain-lain.

Tahun 1979 – WHO telah merekomendasikan 43 jenis penyakit yang dapat diobati dengan akupunktur, dengan ditetapkannya peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no 1186/ MenKes/ Per/ XI/ 1966 pada tanggal 12 November 1996, Akupunktur resmi dapat diterapkan pada sarana pelayanan kesehatan formal sebagai pengobatan alternatif disamping pelayanan kesehatan lain pada umumnya,  baik pemerintah atau swasta di Indonesia.

B. Perkembangan Akupunktur di Indonesia

  1. Masuknya Akupunktur di Indonesia
    Meskipun tidak didukung oleh data – data yang diperlukan untuk menyusun suatu sejarah,namun diperkirakan Akupunktur telah masuk ke wilayah Indonesia sejak hadirnya para imigran dari daratan Cina pada abad ke 18.
    Perkiraan ini berdasarkan pada kenyataan bahwa Akupunktur yang telah berumur ribuan tahun itu dapat dikatakan telah melekat membudaya pada masyarakat Cina, yang berarti kemanapun mereka bergerak, ilmu dan praktik Akupunktur hampir dapat dipastikan akan selalu terbawa serta. Hal ini dapat dibuktikan dengan keberadaan Akupunktur di semua bagian dunia dimana terdapat masyarakat Cina di wilayah itu, tidak terkecuaii di Indonesia.
  2. Perkembangan Akupunktur di Indonesia
    Semula perkembangan Akupunktur di Indonesia merupakan kegiatan yang sangat tertutup di kalangan masyarakat Cina.
    Masyarakat Indonesia pada umumnya hanya mendengar cerita burung tentang adanya ilmu tusuk jarum dari negeri Cina yang ampuh untuk mengobati berbagai macam penyakit. Baru pada tahun 1962 dengan kedatangan sebuah tim ahli Akupunktur dari RRC ke Indonesia untuk mengobati Presiden RI pertama DR. Ir. Soekarno, masyarakat mulai mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang Akupunktur.
    Pernyataan DR.lr Soekamo secara terbuka dan jujur mengenai kemanjuran pengobatan Akupunktur yang dialaminya, serta anjuran kepada para dokter Indonesia untuk mau mempelajari ilmu tersebut, dapat dikatakan sebagai titik tolak pengembangan Akupunktur di Indonesia, yang dimulai dari lbu kota dan kemudian meluas keseluruh pelosok tanah air
    Waktu itu, sejumlah dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) langsung menyerap ilmu Akupunktur dari tim ahli Akupunktûr dari RRC, dan pada tahun 1963 RSCM di Jakarta dapat sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang membuka kesehatan dengan Akupunktur.

masso Inc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *